Buku Bung Karno, Bukan Sekedar Nilai Jutaan Rupiah



Karya Bung Karno

“Saya kemarin menjual buku “Dibawah Bendera Revolusi”  2 juta rupiah, buku koleksi lukisan Bung Karno 10 juta rupiah”. kata seorang pemilik kios di pasar buku bekas Palasari.
“ Iya, semua buku Bung Karno, “ sambung pak Afli. Mungkin karena melihat mata saya terbelalak. Mungkin dikiranya saya tidak percaya.

Padahal bukan itu penyebabnya. Saya terbeliak karena harga buku Bung Karno ditawarkan disini dengan harga Rp 85 juta rupiah saja!! Wuaduh apa bukan harga satu mobil tuh? Mobil bekas tentunya  …..  ^_^
 
buku koleksi Bung Karno

Dinamakan Pasar buku Palasari, karena terletak di jalan Palasari. Pasar ini menjanjikan koleksi buku terlengkap di kota Bandung, baik buku bekas maupun buku baru. Tak heran banyak pedagang buku Cihaurgeulis pindah kesini. Salah satunya adalah pemilik TB Lestari. Perempuan setengah baya yang enggan memberi tahu namanya ini pernah memiliki kios di Cihaurgeulis. Koleksi buku fiksinya lengkap, buku baru dan bekas. Buku komik bekas harganya murah sekali hanya sekitar Rp 5.000 – Rp 10.000.

Tidak demikian halnya dengan buku non fiksi yang dijual pak Afli, pemilik kios di sebelah kios TB Lestari. Pak Afli menjual bukunya cukup tinggi. Termurah Rp 10.000, tertinggi ya bisa berjuta-juta rupiah seperti kisahnya di awal tulisan.

Buku, lembaran kertas yang diberi makna dan nilai  oleh penulisnya, bisa menyebabkan harga kertas-kertas yang dijilid tersebut melambung tinggi. Atau sebaliknya hanya  berakhir menjadi sampah yang didaur ulang. Tak terelakkan. Tergantung sejauh mana manusia bersikap arif.

Karena seperti diketahui, diperlukan 1 batang pohon berusia 5 tahun untuk memproduksi kertas. Sementara 1 batang pohon tersebut memasok oksigen bagi 3 orang untuk bernapas. Pengorbanan lain yang diperlukan untuk memproduksi kertas mencakup air, energy dan bahan kimia. Belum lagi limbah proses produksi yang sangat besar baik secara kuantitatif dalam bentukk gas, cair dan padat, maupun secara kualitatif.

Berikut ini fakta kertas yang kerap diabaikan:
  • 1 Batang pohon (kayu) menghasilkan 16 rim kertas
  • Untuk memproduksi 1 ton kertas, dibutuhkan 3 ton kayu dan 98 ton bahan baku lainnya
  • Setiap jam, dunia kehilangan 1.732,5 hektar hutan karena ditebang untuk menjadi bahan baku kertas
  • Industri Kertas diseluruh dunia menggunakan 35% dari seluruh panen kayu komersial setiap tahun
  • Industri kertas  menghabiskan 670 juta ton kayu untuk menghasilkan 178 juta ton of pulp dan 278 juta ton kertas dan karton
  • 1 ton kertas = 400 rim = 200.000 lembar
  • Untuk memproduksi 3 lembar kertas dibutuhkan 1 liter air
  • Untuk memproduksi 1 Kilogram kertas dibutuhkan 324 liter air (environment Canada)
  • 95% kertas dibuat dari bahan serat kayu
  • Untuk memproduksi 1 ton kertas, dihasilkan gas karbondioksida (CO2) sebanyak kurang lebih 2,6 ton atau sama dengan emisi gas buang yang dihasilkan oleh mobil selama 6 bulan.
  • Untuk memproduksi 1 ton kertas, dihasilkan kurang lebih 72.200 liter limbah cair dan 1 ton limbah padat
  •  Industri kertas adalah pemakai energi bahan bakar ke-3 terbesar di dunia (American Forest and Paper Association)
  • Dulu kertas hanya digunakan untuk menulis, sekarang industri Packaging menggunakan 41% dari seluruh penggunaan kertas
Daur ulang kertas:
  • Mendaur ulang 54 kg kertas menyelamatkan 1 batang pohon (government of Canada)
  • Mendaur ulang 1 ton kertas menyelamatkan kira-kira 17 batang pohon (Purdue Research Foundation and US Environmental Protection Agency, 1996)
  • Mendaur ulang kertas menggunakan 60% energi yang lebih sedikit dibandingkan membuat kertas dari batang pohon
  • Mendaur ulang 1 ton kertas dapat menghemat 682.5 galon bahan bakar dan 7000 galon air dan 4000 kwh listrik (Onondaga Resource Recovery Center)
  • 30%-40% kertas yang dibuang adalah kertas Packaging atau kemasan (The Recycler’s Handbook, 1990)
  • Saat kertas membusuk atau menjadi kompos akan menghasilkan gas Metana yang 25 kali lebih berbahaya dari CO2 (International Institute for Environment and Development, 1971)
Ternyata sangat banyak alasan mengapa kita harus bijak menggunakan kertas. Baik ketika mengisi, sebelum dicetak juga ketika saatnya harus dibuang.

Tertarik datang ke pasar Palasari? Buka jam 08.00 pagi hingga jam 17.00 sore hari, pasar buku yang terletak di depan TK Kamala Bhayangkari ini merupakan destinasi yang wajib dikunjungi oleh mereka pecinta buku berkualitas. Bukan karena harganya murah tapi juga proses reuse yang terjadi yang otomatis mengurangi bencana alam akibat penebangan pohon.





Sumber:

Komentar