Lahan Terbatas? Bikin Kotak Takakura Yuk .....


Setiap orang/keluarga yang mengompos sampah organiknya pasti melaksanakan pemisahan sampah di rumahnya. Karena kepedulian memisah sampah akan mencegah  lautan dan  sungai dari kehancuran seperti gambar berikut :











Sikap skeptis pada individu yang telah sadar memisah  sampah  sama buruknya dengan sikap tidak peduli. Karena jika setiap orang berpikir, “Ah, apa artinya selembar plastik yang kubuang?!”  Maka akan berkumpullah kawanan plastik yang baru akan  terdegradasi ratusan tahun kemudian  dan styrofoam yang berumur tak terhingga . Kemudian mereka akan terbawa aliran air ke sungai dan terakhir  ”reunian” di  laut. Menjadikan lautan air menjadi lautan sampah. Plastik pun dimangsa biota laut atau bahkan tanpa sengaja membelit tubuh hingga menyebabkan kematian mereka.


Untuk kasus kantung plastik, mohon jangan terlena dengan bujukan plastik ramah lingkungan karena proses degradasinya hanya membuat si kantung plastik menjadi serpihan, tetapi efeknya tetap mengkontaminasi bumi dan isinya.

Jadi, gimana dong ? Pisahkan saja si sampah organik dan masukkan ke lubang resapan biopori (LRB). Sehingga  tanah menjadi subur oleh cacing pemakan sampah organik dan air hujan yang masuk ke LRB menjadi tabungan air.

Tidak punya lahan untuk membuat LRB ? Gampang, masukkan saja sampah organik ke dalam kotak takakura. Sedangkan plastik yang tidak diikat-ikat karena berisi sampah organik umumnya dengan senang hati akan diambil pemulung.

Bagaimana cara membuat kotak Takakura, yuk sediakan :

Bahan Kotak Takakura :
  • Kotak plastik yang biasanya digunakan untuk menyimpan pakaian kotor. Atau bisa diganti kotak bekas menyimpan buah-buahan yang bisa kita beli di pasar. Atau karung plastik bekas beras. Setiap pilihan ada kelebihan dan kekurangannya, karena itu dibutuhkan kreatifitas untuk pemanfaatannya.
  • Kain nilon tipis mirip jala, ada yang menyebutnya strimin (maaf kalau salah ketik, karena setahu saya ini bahasa Londo) , bisa juga digunakan insectnet atau apabila Anda berdomisili di Jawa Barat ada kain khusus ketika masak nasi, bisa dibeli di pasar tradisional. Guna kain ini untuk menyimpan sekam kering, diletakkan di bagian atas dan bawah kotak untuk menyerap kelebihan air atau uap air yang terjadi karena proses pengomposan.
  • Kain sebitan/kain bekas potongan, kurang lebih setengah meter untuk penutup.
  • Kertas kardus bekas untuk samping kanan dan kiri kotak.
  • Alat pengaduk kompos, bisa berupa sendok semen atau bekas sendok penggorengan.
  • Media sebagai aktivator.

Adapun media terdiri dari :
  • 4 bagian sekam kering
  • 1 bagian tanah pekarangan (usahakan jangan yang lengket seperti tanah liat)
  • 1 bagian dedak padi (biasa untuk makanan ayam)
  • Air gula secukupnya.
Yang dimaksud ukuran “bagian” tergantung pembuatnya, bisa menggunakan ukuran ember semen, panci atau apapun pilihan Anda.

Semua bahan media dicampur hingga tidak menempel di tangan (basah secukupnya), kemudian tutup atau masukkan dalam karung plastik. Jangan diikat erat. Tunggu hingga tercium bau fermentasi (bau tape kali ya ?), tanda campuran sudah jadi. Sekitar 2-3 hari.

Ngga mau ribet ? Bisa ! Beli saja kompos sebagai aktivator di tukang tanaman hias. Apa bedanya ? Kedalam campuran media aktivator buatan sendiri bisa kita tambahkan tanah dan atau sekam apabila terjadi sesuatu pada proses pengomposan. Proses pengomposan  berbau ? Berarti harus ditambahkan  tanah. Menggumpal ? Tambahkan sekam. Terlalu kering? Semprot air secukupnya, jangan sampai mengalir keluar kotak.
Isi Kotak Takakura
Isi Kotak Takakura
sumber foto : disini


Ups lupa, ada TOR ^_^ yang terlewat, yaitu mendandani kotak takakura sebelum dimasukkan media aktivator ke dalamnya.
  • Pertama-tama, pasang kertas kardus di ke empat sisi kotak. Karena mikroorganisme pembantu pengomposan kotak takakura bersifat aerob maka udara harus mudah keluar masuk. Fungsi kardus lainnya adalah agar tidak ada lalat yang masuk dan bertelur dalam kotak.
  • Kedua, masukkan bantalan berisi sekam di bagian bawah kotak. Tujuannya untuk menyerap kelebihan air sampah organik atau uap air hasil pengomposan.
  • Ketiga, masukkan media aktivator kurang lebih 2/3 tinggi kotak.
  • Keempat, tutup dengan bantalan sekam lagi. Jadi ada 2 bantalan sekam untuk mengantisipasi uap hasil proses pengomposan.
  • Kelima, tutup kotak plastik takakura diberi kain sebitan yang berkaret disekelilingnya (lihat gambar), tujuannya agar lalat tidak masuk ke dalam kotak dan tutup kotak yang berlubang bisa berfungsi sebagai alat saring hasil pengomposan dengan kain tersebut sebagai penadahnya.
bagan Kotak Takakura
bagan Kotak Takakura
sumber bagan : disini 


Selesai deh. Silakan masukkan sampah organik Anda. Untuk sisa sayur mayur  (batang kangkung atau bayam) sebaiknya dipotong-potong dulu. Tapi kalau sedang sibuk, tidak punya waktu,  sisa sayuran berbentuk utuhpun silakan masukkan saja. Konsekuensinya proses pengomposan  akan lebih lama.

Jadi cangkang telur sebaiknya dihancurkan dulu. Demikian juga kulit daun pisang, disuwir-suwir agar mudah hancur. O iya bekas tissuepun bisa masuk kesitu tapi yang pasti prosesnya akan lama….lama….. dan lama sekali. Apalagi kalau kulit durian utuh yang dimasukkan kesitu.  ^_^


Bekas tulang belulang ayam juga bisa dimasukkan karena akan memperkaya hasil pengomposan. Tapi yang pasti bentuk si tulang akan tetap utuh hingga waktu yang cukup  lama.
Yang perlu dihindari ? Jangan masukkan air santan atau bekas kuah sayur terlampau banyak karena akan mengakibatkan kompos terlalu basah hingga menimbulkan bau.

Kelebihan kotak takakura ini adalah tampilannya yang rapi sehingga bisa disimpan di dapur. Memudahkan ibu-ibu rumah tangga  memisahkan sampah organiknya.

Oiya tujuan pembuatan kotak takakura ini adalah untuk memisah sampah organik bukan menghasilkan kompos. Sehingga hasil pengomposan jangan ditunggu-tunggu. Nanti kecewa. Tapi biasanya dalam waktu kurang lebih 2 bulan, kita sudah bisa mendapatkan kompos.
Sebaiknya jangan langsung digunakan untuk media tanam, karena ditakutkan ketika bertemu tanaman si media hantam kromo mengaktivasinya menjadi kompos. Jadi angin-anginkan dulu kurang lebih selama 2 hari.

Anda tidak mau ribet dengan kotak Takakura? Sebetulnya di toko alat-alat pertanian dijual komposter atau fermentor atau apapun namanya tapi tujuannya sama membuat kompos. Perbedaan terletak pada prosesnya yang tidak sealami kotak takakura, sehingga  pembeli  dianjurkan membeli cairan aktivator yang dijual di toko tersebut.

Ribetnya kalau ternyata terjadi sesuatu semisal bau atau malah ada kecoa yang bersarang di komposter, kita harus bolak balik ke toko untuk menanyakan penyebabnya.
Padahal jawabannya sederhana, komposter seperti itu biasanya terbuat dari logam,kaleng, drum plastik yang tertutup dari atas hingga bawah. Sehingga bikin bingung.Mau pakai bakteri anaerob sebagai balatentara pengompos ? Akan menimbulkan bau.
 Atau menggunakan bakteri aerob? Lubang bernafas si bakteri kok kecil banget. Sehingga timbullah bau. Karena sirkulasi udara tidak lancar. Dan kecoapun dengan nyamannya bersarang disitu   ^_^

Sedangkan dengan menggunakan kotak takakura, hal tersebut tidak mungkin terjadi asalkan ke dalam kotak takakura diisi sampah organik secara rutin. Mengakibatkan suhu kotak senantiasa hangat (bahkan terkadang panas) mengakibatkan kecoa tidak berminat mampir.

Bagaimana apabila Anda harus bepergian dalam waktu lama sehingga terpaksa tidak bisa mengisi kotak? Media hanya akan menjadi kering, tidak bau karena bagian kiri dan kanan kotak adalah bahan organis.

Sepulang bepergian, isi saja sampah organik basah lagi maka si media akan aktif kembali.
Oiya apa ciri-ciri pengomposan sudah bisa dipanen ?
  • Bewarna hitam tanah
  • Tidak bau
  • Tidak basah dan lengket sehingga mudah disaring

Oke, ada pertanyaan ?    ^_^


isi Kotak Takakura
isi Kotak Takakura
sumber foto : disini

Komentar

  1. kotak takakura? nama yang sangat bagus untuk sebuah kotak sampah...

    tapi jika sangat berguna dan banyak manfaatnya, apapun namanya tidak jadi masalah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena yang mengenalkan pertama kali di Surabaya adalah Koichi Takakura, sehingga untuk menghormatinya kotak tersebut dinamakan kotak takakura.

      Ada juga yang memberi nama keranjang Takakura dan komposter Takakura.....tapi apapun namanya tidak masalah kan ? :D )

      Hapus
  2. berarti setiap hari kotak takakura diisi sampah tidak apa-apa?
    tidak perlu ditunggu seperti halnya pembuatan kompos biasa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. justru harus diisi setiap hari agar aktivatornya terus bekerja (cirinya kotak takakura menjadi hangat bahkan panas, tanda mikroba sedang bekerja)

      Apabila lama tidak digunakan, ketika memasukkan sampah organik lagi sebaiknya berair (tapi jangan banyak-banyak, nanti banjir ... :) )

      Hapus

Posting Komentar